Keranjang Belanja

0 Products - Rp. 0,00
Go to cart

Login



Transfer Bank

Follow Us!

Mengenal Peralatan Listrik di Rumah Sendiri

Para pembaca yang budiman, Sebaiknya kita dapat mengenal dan memahami tentang alat -alat listrik terutama yang ada dirumah kita sendiri. Hal ini perlu kita ketahui misalnya tentang namanya, ukurannya, cara pemasanganya,cara perawatan dan kegunaannya secara benar dan aman.

Berbagai keuntungan apabila kita dapat mengetahui hal - hal diatas misalnya kita bisa menempatkan peralatan listrik kita sesuai dengan peruntukannya. Atau minimal apabila kita menghadapi masalah peralatan listrik tidak berfungsi dengan baik, maka kita sudah mengetahui cara penanganya dengan tepat. Dan juga bila kita akan menganti peralatan tersebut dan saat kita membelinya ditoko kita tidak mengalami kesulitan untuk menjelaskan maksud kita kepada pengelola toko alat - alat listrik. Ataupun kita akan lebih mudah menceritakan permasalahan peralatan listrik kita kepada tekhnisi yang kita mintai bantuannya. Kita juga bisa tahu dengan pasti bahwa peralatan listrik yang kita miliki dan pergunakan apakah sudah memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan oleh pihak - pihak yang berkepentingan.

Ada beberapa standar yang ada dan berlaku di Negara kita, diantaranya: badan standar nasional (BSN), Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK), dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Semua peralatan listrik yang akan dipergunakan untuk instalasi harus memenuhi criteria Peraturan Umum instalasi Listrik (PUIL) *ayat 202 A2. Standarisasi peralatan yang ditetapkan oleh badan-badan standar tersebut sebagian besar juga berdasar pada standar internasional. PLN sendiri sudah mengeluarkan ketetapan standar dengan melakukan berbagai penelitian secara langsung dilapangan dan memberikan semacam sertifikasi untuk setiap pemasangan instalasi rumah yang baru.

Berikut akan kami paparkan beberapa peralatan listrik yang sering kita jumpai sebagai penyusun instalasi listrik dirumah.

a. Kabel Listrik

Untuk penyusun instalasi rumah tinggal sebaiknya kita bisa menggunakan kabel dengan penampang berukuran 2,5mm2 untuk power outlet (stop kontak). Dan untuk jalur menuju lampu-lampu sebaiknya kita menggunakan kabel dengan penampang berukuran 1,5mm2 .

Adapun kabel yang biasanya dipakai untuk penyusun instalasi rumah tinggal berjenis :

- N Y A  (berkulit PVC dengan inti penghantar kawat tembaga tunggal. Tersedia beberapa warna kulit isolasinya )merah, biru, hitam dan kuning atau kuning bergaris hijau).

Kabel NYA ini biasanya dipergunakan untuk instalasi dengan menggunakan pipa pralon sebagai pelindung karena isolasinya hanya satu lapis. Sangat tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai penyusun instalasi diluar rumah seperti untuk pemasangan lampu taman dan lain sebagainya.

- N Y M  BERKULIT PVC DENGAN selubung karet DENGAN INTI penghantar kawat tembaga tunggal. Warna isolasi terluarnya adalah putih. Tersedia dalam berbagai ukuran yang menentukan jumlah kawat di dalamnya contohnya : 2×1,5mm2, 2×2,5mm2, 3×1,5mm2, 4×2,5mm2 dan lain-lain. Yang menentukan jumlah kawat di dalam kabel adalah angka di depan “x”. Misal 2×1,5mm2 berarti 2 kawat masing-masing berukuran penampang 1,5mm2. Penghantar tembaga kawat tunggal, namun untuk penampang di atas 16mm2 penghantarnya berupa beberapa kawat yang dipilin menjadi satu.Kabel jenis ini bisa digunakan untuk instalasi dalam rumah tanpa pipa kecuali ditanam dalam tembok. Untuk instalasi dalam tembok harus tetap menggunakan pipa pelindung .

NYY berkulit isolasi PVC berselubung PVC penghantar kawat tembaga tunggal

Warna isolasi terluarnya hitam. Seperti NYM, kabel ini juga dalam berbagai ukuran penampang dan jumlah kawatnya. Kabel ini bisa digunakan untuk instalasi indoor maupun outdoor tanpa pipa sekalipun (apabila terpaksa) karena isolasi kabel jenis ini kuat menghadapi berbagai cuaca (weatherproof). Satu lagi, kabel NYY ini harganya lebih mahal dari jenis-jenis kabel sebelumnya

b. KWh (Kilo Watt Hour) meter

Barang ini ini merupakan titipan bagi pelanggan dan biasanya dimiliki oleh PLN dan disegel, dengan kegunaanya untuk mengukur beban yang ergunakan oleh pelanggan. Biasanya ditempatkan diluar rumah supaya memudahkan petugas pencatat pembaca meter pada setiap bulannya. Alat ini juga dilengkapi dengan pembatas arus (current limiter) berupa MCB yang juga disegel. Tujuan dipasang MCB ini adalah membatasi penggunaan sesuai dengan daya terpasang pada saat pertama pendaftaran atau pemasangan listrik contoh 2A untuk daya 450VA, 4A untuk daya 900VA, 6A untuk daya 1300VA, dan lain sebagainya.

c. Pemutus Beban (Fuse / Sekring)

Alat ini ditempatkan setelah Kwh meter milik PLN. Untuk pengaman arus lebih pada instalasi rumah, digunakan fuse atau sekring atau patron lebur yang apabila terjadi hubungan singkat (konslet) pada instalasi akan putus dan harus diganti dengan yang baru. Kemudian agar tidak setiap putus ganti baru yang artinya mengeluarkan biaya lagi untuk membeli sekring, maka ada sekring otomatis yang bekerja dengan bimetal dan ada tombol resetnya. Jadi setiap terjadi masalah dalam instalasi, sekring otomatis akan memutuskan arus secara otomatis kemudian untuk mengembalikannya tidak perlu membeli yang baru (kalau tidak rusak) cukup tekan tombol yang lebih besar pada sekring otomatis dan listrik di rumah akan menyala kembali.

Ada beberapa ukuran sesuai kapasitas sekring dengan yang biasa digunakan untuk instalasi rumah yaitu 2A, 4A, 6A, dan lain sebagainya.

Akan tetapi sekarang, alat ini mulai ditinggalkan dan digeser oleh MCB karena alasan keamanan (socketnya ulir sering rusak yang menimbulkan panas dan kebakaran) dan kepraktisannya (karena bimetal, setiap memutus beban karena panas sehingga harus menunggu beberapa saat untuk menghidupkannya kembali).

d. Miniatur Circuit Breaker (MCB)

Alat yang  berfungsi untuk memutus hubungan listrik bekerja secara otomatis apabila ada arus atau beban lebih (melebihi kapasitas nomilan MCB tsb). Hal ini termasuk juga apabila terjadi short circuit atau hubung pendek atau konslet karena pada saat terjadi short, arus listrik akan melonjak naik. Sebagai pembatas beban, MCB dipasang bersama KWH meter dan disegel oleh PLN biasanya bertuas warna biru. Sedang untuk pengaman instalasi listrik di dalam alat ini bertugas menggantikansekring biasanya warna hitam pada tuasnya. Untuk pengoperasiannya sangat sederhana yakni menggunakan tuas naik (on) dan turun (off).

Ukuran MCB sama seperti sekring ada 2Ampere, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, dst. MCB terdapat berbagai jenis untuk berbagai macam kebutuhan pemutusan arus listrik. Menurut phasa, ada 1phasa, 2phasa, 3phasa, dan menurut jenis peralatan yang akan diproteksi misal: instalasi motor 3phasa, instalasi tenaga, dll masing-masing berbeda jenis dan ratingnya.

Penulis: Amin Masyhar.

 

Cari Produk


Pencarian cepat

status online

Amin:

Pengunjung

statistik Pengunjung

478671
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
86
100
551
474010
2697
4397
478671
IP Anda 175.45.191.252

Kami memiliki 11 tamu dan tidak ada anggota online

Kontak & Alamat Kami:

Jl. Raya Gunung Pati - Cangkiran

Rt. 01 / Rw. 02 Kel. KarangmalangKec. Mijen 

  SEMARANG JAWA TENGAH INDONESIA

Telp. 024 76671702

085865382183 (Indosat), 082227590191 (Telkomsel).
Email:
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.